Pernahkan terpikir, "Mungkinkah manusia membelah tubuh iblis?" Jika Anda menjawab 'tidak', demi menjawab rasa penasaran Anda, ada baiknya Anda membaca
keseluruhan tulisan ini.
Profesor Stephen Post, penulis "The Hidden Gifts of Helping", banyak meneliti perilaku kedermawanan. Beliau mengatakan bahwa prilaku kedermawanan akan memberikan perlindungan kesehatan kepada si pelakunya.
Dengan menyelesaikan bacaan ini, Anda makin sadar, betapa besar dampak kedermawanan untuk hidup Anda sendiri. Simaklah temuan penting tentang kedermawanan, berikut ini:
Perilaku kedermawanan ketika menjadi murid SMU ternyata cenderung
menjadikan yang bersangkutan sehat jasmani dan rohani setelah 50 tahun
berlalu. Paul Wink dari Wellesley College yang meneliti 200 orang dan
mengikuti perkembangan hidup mereka sejak tahun 1920 menemukan bahwa
sifat kedermawanan telah menjadikan mereka berusia panjang, sehat
jasmani dan rohaninya.
Perilaku kedermawanan memperpanjang umur.
Sebuah penelitian dari Doug Oman dari University of California at
Berkeley yang meneliti 2000 orang di atas umur 55 tahun selama 5 tahun
yang menjadi relawan pada 2 atau lebih organisasi sosial, ternyata
kemungkinan meninggalnya 44% lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak
pernah menjadi relawan.
Penelitian dari Marc Musick dari University
of Texas at Austin menemukan bahwa orang yang berusia 65 tahun ke atas
dan melakukan kerja sebagai relawan ternyata lebih kecil kemungkinannya
untuk meninggal dalam kurun waktu 8 tahun ke depan dibandingkan dengan
orang yang tidak melakukan kegiatan sosial.
Perilaku kedermawanan
ketika remaja mengurangi kemungkinan terkena depresi dan melakukan bunuh
diri. Sebuah studi dari David Sloan Wilson dan Mihaly Csikszentmihalyi
membuktikan hal tersebut.
Sedekah menghilangkan kecemasan. Neal
Krause dari University of Michigan mengamati 976 orang dewasa yang rajin
pergi ke tempat ibadah. Ternyata mereka yang suka bersedekah atau
membantu sesama, tidak mengalami kecemasan meskipun situasi ekonominya
sedang tidak baik.
Ketika sudah tua, perilaku kedermawanan dapat
mempermudah seseorang memaafkan kesalahannya sendiri. Penelitian Neal
Krause yang lain, membuktikan bahwa perilaku kedermawanan atau membantu
orang lain menjadikan seseorang lebih bersifat pemaaf, termasuk pemaaf
terhadap kesalahan dirinya di masa lalu.
Setelah Anda membaca
ragam bukti ilmiah di atas, seberapa besarkah tekad Anda untuk
membiasakan diri berlaku dermawan? Sedemikian pentingkah, bersedekah
bagi Anda, saat ini? Sementara Anda mengulang-ulang pertanyaan barusan,
bagaimana jika kita menyibak manfaat sedekah dari sejarah hidup seorang
penutup para Nabi, Muhammad saw.
Sebagai ilustrasi, suatu kali
Rasulullah SAW bersama para sahabatnya berkumpul, kemudian lewatlah
seorang Yahudi. Lalu Rasulullah berkata, "Orang Yahudi ini sebentar lagi
akan meninggal". Beberapa waktu kemudian, lewatlah orang Yahudi tadi
dengan membawa kayu bakar. Ternyata dia tidak meninggal seperti yang
disampaikan oleh Rasulullah sebelumnya. Para sahabat pun bertanya-tanya.
Rasulullah kemudian memanggil orang Yahudi tersebut dan memintanya
menurunkan serta membuka ikatan kayu bakarnya. Setelah ikatan dibuka,
tiba-tiba keluarlah ular berbisa.
Rasulullah Saw berkata,
"Seharusnya kamu meninggal dipatuk ular ini. Apa yang kamu lakukan?"
Orang Yahudi itu berkata, "Dalam perjalanan mencari kayu, saya memberi
sedekah kepada seorang miskin yang kesulitan." Rasulullah SAW berkata,
"Sedekah itulah yang menyelamatkanmu dari patukan ular berbisa."
Sampai di sini, Anda mungkin masih penasaran mengenai jawaban atas
pertanyaan pertama di tulisan ini. "Mungkinkah manusia membelah tubuh
iblis?" Mari, cari tahu dengan menelusuri penjelasan di bawah ini.
Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas, suatu ketika iblis
diperintah Allah untuk menemui RasululLah saw. Dalam salah satu
penggalan dari hadist yang panjang tersebut, terdapat percakapan antara
Rasul SAW dengan iblis sebagai berikut:
"Jika manusia bersedekah?" kata Rasul saw
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji." jawab iblis.
"Mengapa bisa begitu?"
"Sebab dalam sedekah ada empat keuntungan baginya. Yaitu keberkahan
dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab
(pemisah) antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah
akan terhalau dari dirinya."
Terbukti sudah, baik secara ilmiah atau
berdasarkan tuntunan agama. Sedekah ialah sarana mudah bagi kita untuk
dapati hidup yang bahagia plus bermakna. Apalagi yang Anda tunda-tunda,
sekaranglah saat yang tepat untuk bersedekah!
"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa
dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir:
seratus biji. Allah melipatgandakan (balasan) bagi sesiapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS
Al Baqarah: 261)
disalin dari : http://www.satumedia.info
Hidup Bahagia dan Bermakna, dengan Sedekah
Posted by
DR. Ir. H. A. Muh Diah Yusuf, MM (Ph.D Unitar)
|
Labels:
Motivasi
Read User's Comments(0)
Subscribe to:
Posts (Atom)








